

Jalan SetapakJALAN SETAPAKJalan Setapak
Malam berganti kelam Takut kumenanti pagi Jalanku sudah rusak Hidupku sudah penat
Besok, aku disini Terpejam dalam lamunan kelabu Sekarang, aku disini Pergi melangkah tanpa arah
Tak sudi kujadi budakmu Tak sudi kau permainkan aku
Kalau memang daun tak lagi hijau Kalau memang hujan tak lagi basah Buang saja kotoran-kotoran itu seenaknya Jatuhkan saja piring-piring itu semaunya
Biarlah... Buat apa lagi hidup ini Hidup tanpa ujung Haruskah berakhir penyesalan?


Puisi Tanpa JudulPUISI TANPA JUDULPuisi Tanpa Judul
Puisi ini
Kukarang perlahan-lahan Bait per bait Kata per kata Terjadi korelasi diantaranya
Kupandangi satu per satu Kata-kata yang saling mengait Mengait satu sama lain
Tak ada yang melanggar Tak ada yang protes Semua menerima Semua bahagia
Manusia..Manusia Bisakan kalian mengkorelasikan diri seperti kata-kata dalam puisi ini ?


Asa yang hilangASA YANG HILANGAsa yang hilang
Mungkin hanya ini yang kurasa Sepi... Mengharap seseorang kembali... kembali di sini
Bukan kuingin mengubah segalanya Bukan kuingin menerpa semua Bintang tak mungkin lagi jatuh dihadapanku...
Hanya sinar yang terik
dan mungkin membunuh Yang mampu melukiskan segalanya Melukiskan keadaan hatiku...saat ini


Untuk PapaUNTUK PAPAUntuk Papa
Djakarta, 20 Juli 1999
Inginku berteriak sekerasnya Namun hanya suara lirih yang kudengar Ingin kusebut namanya sekali lagi Namun hanya hati yang berkata Inginku mendekapnya Namun hanya bayangnya yang datang
Papa... Dimana aku dapat bertemu Aku rindu padamu Rindu pada dekapan kasihmu
Tidurlah, pa! Tidurlah dengan tenang... Nikmati hari-harimu seiring dengan doa yang selalu kuhaturkan untukmu
Selamat jalan papaku tersayang!
--
Eh... don't talk too much!!!
--
"If I am an angel, paint me with black wings"
--
`frask
Previous PageNext Page